Gelombang Ke Satu

Satu bulan sudah aku tinggal di Bali. Saat ini aku sedang ada dalam program BCIC Inkubator Bisnis. Dimana dalam programnya kami diarahkan untuk membangun bisnis dalam bidang Craft dan Fashion.

Aku tinggal di Baliliu Homestay di daerah Tohpati Denpasar. Roomates ku adalah Mbak Tifani, dan Fasya. Mbak Tifani adalah seorang Fashion Designer dari IKJ, dan Fasya adalah adik kelasku dari SMA, dan Kuliah.

Hidup di Bali itu, penuh perbedaan. Makanan, Waktu shalat jadi ujian. Kita diuji dari kebutuhan hidup. Aku merasa tanah ini mengajari aku bagaimana hidup dalam perbedaan. Dimana Adzan terbatas jarak, secuilpun tak kau dengar dari udara, kecuali hati dan indraku peka akan apa yang sejatinya kucari. Betapa iman kita diuji.

Dimana mimpimu juga diuji, kesetiaan pada mimpi digulingkan pada beragam kenyataan. Saat ini segala suasana sedang berjalan saling mendukung. Tapi akan selalu ada, dimana kesetiaan diuji gelombang kenyataan. Tinggal, seberapa tangguh dirimu menjaganya. Kemudian memang hidup adalah pilihan, sebab memilih semuanya akan merepotkan (entah dirimu atau sekitarmu).

Di tanah ini, jangan biarkan riak-riak pantai menghancurkan apa yang kau jaga. Sebab dimanapun juga, kita diuji oleh riak yang sama, dalam bentuk berbeda. Penting adalah bagaimana kita menghadapinya dengan benar. Sebab setiap saat, peralatan dan perbekalan tak selamanya milik kita. Salah satunya sahabat yang sejalan. Dari situ aku jadi tahu, betapa berharganya para sahabatku. Dan dewasa ini, temanku rasanya semakin tersebar, dimana obrolan dalam rasanya mahal. Dan pendengar yang baik bagaikan semangka ditengah tepi pantai.

Sedangkan di gedung itu, beberapa jejak langkah tertinggal, bagai ditepis gelombang sejenis aku semakin diantara yang sama. Ku jaraki rindu, dan tak kuhindari bertemu jejak itu. Segala kesan yang terasa disini, obrolan yang tak akan terulang kecuali punya takdir yang sama. Kurasa sekelebat hindar. Bagaimana terpisah oleh lautan yang berbeda. Disisi lainnya teman baik adalah yang memberi peringatan. Memilih sekarang adalah hal yang menakutkan. Beri waktu memantaskan. Gantungkan aku hanya padaMu, sebab tiada yang bisa menenangkanku selain itu.

Denpasar.

31 July 2016

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s