Dongeng Akhir Pekan

image

Dongeng dan cerita, belakangan ini jadi topik yang selalu ada. Bukan hanya karena, Program Pendidikan PRB (Pengurangan Resiko Bencana) Sadagori RT akan menggunakan dongeng untuk salah satu teknik penyampaian materinya.

Tapi diluar itu, entah mengapa ada saja kesempatan yang menghubungkanku dengan dongeng. Satu tahun lalu di Hutan Dongeng 1 sampai Pesta Hutan Tahura. Aku menikmatinya sebagai pendengar.

Tepat hari minggu kemarin aku dan Ayam (Aslinya Nurul, ia partner di Sadagori yang juga sahabat sejak SMP) mengikuti kelas dongeng bersama Kak Ariyo. Acaranya diselenggarakan oleh Bengkimut.

Entah Kak Ariyo itu siapa, sebab dunia dongeng masih agak asing bagiku. Tapi Kak Deta Bengkimut bilang, “Denger Ariyo ngedongeng aja udah bakal seneng banget lho…hehehe”

Aku jadi penasaran, ditambah lagi karena kami butuh ilmu dongeng dari expertisenya agar kami bisa belajar dan mempraktekan dalam Pahlawan Bencana Agustus mendatang. Baru dimulai 10 menit aku sudah terpana, aku kagum dengan mereka yang pandai mendongeng dengan baik. Apalagi ketika Kak Ariyo bercerita tentang alasannya melakukan dongeng. Begitu tulus sampai ke hati.

Mendongeng adalah tentang komunikasi. Mentransfer pesan, transfer rasa, kesenangan, kepedihan, nilai moral atau pengalaman.
“Setiap kata punya rasa” begitu Kak Ariyo bilang.
Dalam proses transfernya yang merupakan dua arah. Kita harus bisa menyampaikan rasa (yang didalamnya punya nilai) yang ingin kita utarakan pada pendengar. Dan untuk mencapai dongeng yang baik ada beberapa faktor:

1. Konten
2. Cerita
3. Intonasi
4. Ekspresi
5. Gesture

Tapi aku tak akan menjabarkan kelima hal tersebut, sebab semua orang punya cara berbeda untuk bercerita. Dan di balik itu semua yang paling sampai di hatiku adalah……

Bahwa dongeng mengungkapkan perasaan. Mentransfer perasaan pada orang lainnya. Setiap kata punya rasa, dengan cara dongeng orang lain bisa memahami rasa atau suatu fenomena.

Dongeng dengan hati dan rasa kemudian emosi bisa di transfer pada pendengar. Butuh latihan buat menguasainya.

Kekuatan dongeng juga ada pada hubungan orang tua dan anak, bagaimana banyak sekali bentuk pembelajaran yang dapat di transfer lewat dongeng. Dan hal ini berperan baik sekali bagi anak. Bagaimana orang tua bercerita tentang pengalaman hidup, memperkenalkan saudara pada anak sehingga anak bisa mulai mengenali siapa dan bagaimana saudaranua. Dan banyak hal dapat kita bagi lewat dongeng.

Hari yang penuh syukur, Kak Aio berbagi dengan baik. Dongeng dongengnya nempel sampai ke hati. Dan bekal ini akan kami bawa pada program Pahlawan Bencana SadagoriRT. Yeaaa!!

image

image

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s